Minggu, 25 Februari 2018

Dwil : Merbabu Via Selo

 Awalnya ketika aku liat orang pada excited buat mendaki, aku nilainya "paling cuma buat sok keren aja". Tanpa sadar, sebenernya aku udah sering sih, mengenal tempat-tempat yang berbau dengan ketinggian selain karena tempat tinggalku juga berada di lereng Gunung Sumbing. Walopun begitu, aku juga bukan orang yang udah berkali-kali menaklukkan gunung yang letaknya paling deket itu ya guys. Bahkan, sekalipun aku belum pernah menginjakkan kakiku sampai pada base camp nya, haha. Yaps, justru aku pernah mendaki kembarannya, yaitu Sindoro.
Tapi di sini aku ga cerita tentang Sindoro, mungkin lain kali.
Di sini aku mau cerita tentang Gunung Merbabu. Sebenernya, jalur pendakian Merbabu itu bisa lewat wekas, cunthel, maupun suwanting, dan dulu juga ada jalur gancik, cuman udah ditutup gituh.
Tapi aku, yang pernah sampai pada titik puncak Gunung Merbabu ini, 3 kali melalui jalur Selo, yaitu yang berada di wilayah Boyolali.
Apa serunya lewat jalur Selo??? Tentu aja kalian bisa liat sabana yang legendariiiiis banget  cuma ada di Gunung Merbabu.

sabanasatumerbabu
sabana satu merbabu via selo
Cantik banget kan guys, dramatis banget tuh liat pemandangan di belakang aku. Itu tuh, sabana satu yang aku capture dari perjalanan menuju ke sabana dua Gunung Merbabu. Yah di sabana satu juga, aku dan kawan-kawan mendirikan tenda buat ngecamp. Waktu itu kita berangkat dari basecamp sekitar habis isya skalian sholat dulu, trus jalan pelan-pelan akhirnya nyampe sabana hampir jam sebelas malem. Nah, karena aku berangkat malem, udah pasti yang dikejar biar dapet sunrise, view Merapi pas kena sunrise, sama samudra di atas awan tentunya ya guys. Liat aja nih, sunrise nya, kece badaii.
sunrise via selo

Okelah, pemandangan bagi sudut pandang orang berbeda tuh ga bakal sama, mungkin menurut kalian ini biasa, apalagi buat para pecinta air, tapi jujur pemandangan di tempat aslinya bisa bikin kalian terharu trenyuh betapa hebat, betapa mengagumkannya, betapa rumitnya, betapa entah lah gabisa diungkapkannya ciptaan Allah. Next, aku dan kawan-kawan bener-bener bertekad sampai puncak ya guys. Dan sampai puncak itu bener-bener beraaat banget. Yang temenku pengen nyerahlah, gakuatlah, seseklah, capeklah, lemeslah, entahlah, tapi pokonya pada episode muncak kala itu, 15-16 Desember 2017, tepat sehari setelah upacara wisudanya aku harus harus sampai puncak. Dan bersyukur banget hari itu, dengan tekad dan niat yang kuat, dengan kelelahan yang luar biasa akhirnya semua itu terbayar dengan kata puncak.

puncak Kenteng Songo Gunung Merbabu
View nya emang biasa aja, ga begitu mewah karena memang pada saat itu mendung guys. Dan niatan untuk berkunjung ke puncak-puncak yang lain pun akhirnya terurungkan karena kita gamau ambil resiko turun kehujanan. Tapi, tetep aja kena hujan selama perlajanan turun puncak sampai tendanya di sabana satu. Well, buat iming-iming kalian yang pengen sok keren sih, pemandangan di gunung itu emang keren banget. Tapi selama aku mendaki, aku ga nglakuin itu biar keliatan keren, tapi ketika aku mulai mengenal gunung, entah kenapa aku selalu rindu untuk menemui mereka lagi. Siapa lagi kalo bukan lelahnya, dinginnya, hijaunya, tingginya, damainya, anginnya, awannya, bukitya, semuanya.... dan aku jadi tambah sadar kalau Allah itu bener-bener Maha Besar. 😊😊😊😊😊


Tidak ada komentar:

Posting Komentar